Senin, 28 November 2011

Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan

Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan

Masyarakat merupakan sekumpulan individu yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama. Dalam kehidupan sehari-hari ada dua tipe masyarakat. Pertama masyarakat perkotaan dan yang kedua adalah masyarakat pedesaan.

Masyarakat perkotaan atau yang sering disebut dengan urban community merupakan masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan yang sudah mengalami banyak kemajuan dan perubahan. Sebenarnya sebutan untuk masyarakat perkotaan ini lebih ditekankan pada sifat dan ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Masyarakat perkotaan lebih sering menggunakan cara hidup yang mewah dibandingkan dengan masyarakat pedesaan. Namun bukan berarti cara hidup masyarakat perkotaan lebih baik dari pada masyarakat pedesaan. Sifat boros, kurangnya sopan santun merupakan salah satu dampak negatif dari pergaulan yang terjadi di kota, khususnya kota-kota besar.

Ciri-ciri masyarakat perkotaan : 
  • Kehidupan dan pengetahuan tentang keagaam berkurang dibandingkan dengan masyarakat pedesaan.
  • Orang kota umumnya lebih bisa mengurus diri sendiri tanpa bergantung pada bantuan orang lain.
  • Pembagian kerja mempunyai batas yang nyata.
  • Kemungkinan mendapat lapangan pekerjaan lebih banyak diperoleh di kota dari pada desa.
  • Terjadi perubahan sosial.
  • Jalan pikiran yang sudah rasional.

Masyarakat pedesaan merupakan masyarakat yang bertempat tinggal di daerah pedesaan yang belum banyak mengalami perubahan dan kehidupannya yang masih dikuasai oleh adat istiadat tradisional. Secara umum desa memiliki 3 unsur utama yaitu :
  • Daerah dan letak (lokasi, luas)
  • Penduduk (jumlah, mata pencaharian)
  • Tata kehidupan (pola pergaulan)
Ciri-ciri masyarakat pedesaan :
  • Lingkungan dan Orientasi terhadap alamDesa sangat erat dengan alam, hal ini dikarenakan letak geografis didaerah desa pertanian sangat berpengaruh untuk menunjang kehidupannya.
  •   Mata pencaharianUmumnya mata pencaharian penduduk desa adalah sebagai petani. Kalaupun ada penduduk desa yang bekerja sebagai pedagang itu hanya sebagai pekerjaan sekunder.
     
  • Kepadatan pendudukKepadatan penduduk di daerah pedesaan tidak sebesar kepadatan penduduk yang terjadi di kota. Hali ini dikarenakan banyaknya masyarakat desa yang berpindah ke kota untuk mencari lapangan pekerjaan hingga mengakibatkan melonjaknya kepadatan penduduk di daerah kota.
  • Pelapisan sosialPelapisan sosial pada masyarakat pedesan tidak terlalu besar.
  • Pola kepemimpinanUntuk menentukan kepemimpinan lebih cendrung dengan menggunakn kepribadian dari individu itu sendiri. Seperti dinilai dari kejujuran, kesolehan dan pengalamannya.

Beberapa ciri ini yang akhirnya menyebabkan timbulnya pemikiran tentang masyarakat kota dan masyarakat desa. Bila diperhatikan, sebenarnya desa dan kota memiliki hubungan yang sangat erat, bersifat ketergantungan dan saling membutuhkan. Seperti contoh produksi beras dan sayur merupakan hasil produksi yang diperoleh dari daerah pedesaan. Dan dari desa juga diperolehnya tenaga-tenaga kerja untuk sebuah perusahaan. Dan sebaliknya orang-orang pedesaan yang membutuhkan lapangan kerja, mereka berbondong-bondong pergi ke kota untuk bisa bekerja.




Sabtu, 26 November 2011

Pelapisan Sosial dan Persamaan Derajat


Pelapisan Sosial dan Persamaan Derajat


Sebelum membahas lebih lanjut mengenai pelapisan sosial dan persamaa derajat, disini saya akan menjelaskan dulu apa yang dimaksud dengan pelapisan sosial (Stratifikasi Sosial) secara umum. Suatu wilayah pasti terdiri dari individu-individu yang memiliki latar belakang dan golongan yang beraneka ragam, hal ini yang akhirnta menciptakan suatu perbedaan kondisi dalam bermasyarakat. Pelapisan sosial atau yang sering disebut sebagai stratifikasi sosial merupakan suatu pembedaan atau pengelompokan anggota masyarakat secara bertingkat. Sistem ini memang sudah ada sejak zaman dulu kala. Proses ini juga tumbuh dan berkembang dengan sendirinya dalam masyarakat.

Teori mengenai sistem Pelapisan Sosial :
  • Pritim A. Sorokin
    Yang dimaksud pelapisan sosial adalah perbedaan penduduk kedalam lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis). Dalam bukunya yang berjudul "Social Stratification" dia mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupakan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur.
  • Drs.Robert M.Z. Lawang
    Pergolongan orang -orang yang termasuk kedalam suatu sistem sosial tertentu kedalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilase dan prestise.
  •  Max Weber
    Stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu kedalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilase dan prestise.
  • Arisotteles
    Tiap-tiap warga negara terdapat tiga unsur kaya, miskin dan menengah.
  •  Vilfredo Pareto
    Masyarakat terdiri atas dua golongan yaitu golongan elite dan golongan non elite. Menurutnya dasar dari perbedaan terjadi karena adanya perbedaan antara masing-masing individu yakni dari kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda.
  •  Gaotana Masoa
    Didalam seluruh masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju. Terdiri atas kelas pemerinta dan kelas yang diperintah.
  • Karl Mark
    Ada dua kelas kehidupan bermasyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksinya dan kelas yang hanya memiliki tenaga untuk mengoperasikan kegiatan produksi.

    Dasar Pelapisan Sosial :

    • Kekayaan
      Materi dapat dijadikan sebagi ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan sosial. Seserorang yang memiliki kekayaan paling banyak dia akan termasuk ke dalam lapisan teratas. Dan begitupun sebaliknya, yang tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan paling bawah dalam sistem pelapisan sosial. Dasar kekayaan ini dilihat pada bentuk tempat tinggal, benda-benda yang dimilikinya, cara berpakaian dan kebiasan berbelanja.

    •  Kekuasaan dan Wewenang
      Seseorang yang memiliki kekuasaan paling besar akan menempati lapisan teratas di dalam sistem pelapisan masyarakat. Karen suatu kekuasaan tidak terlepas dari faktor kekayaan. Hal ini karena masyarakat yang kaya biasanya menguasai orang-orang yang memiliki nilai ekonomi kurang.

    •  Kehormatan
      Faktor kehormatan tidak dapat tdipisahkan dari kekayaan dan kekuasaan. Seorang yang dihormati atau disegani akan menempati lapisan atas sistem pelapisan sosial. Faktor kehormatan ini masih banyak ditemui di kehidupan masyarakat tradisional, seperti contoh biasanya masyarakat trasdisional menghormati orang-orang yang memiliki banyak jasa kepadanyam seperti para orang tua dan orang-orang yang memiliki prilaku baik dan berbudi luhur.

    •  Ilmu Pengetahuan
      Seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan akan menempati lapisan paling tinggi pada sistem pelapisan sosial masyarakat. Penguasaan ilmu pengetahuan ini bisa dilihat dari gelar akademik ataupun profesi yang disandang oleh seseorang tersebut.Misalnya dokter, insinyur, doctor, profesor. Namun tidak jarang faktor ini juga menimbulkan akibat-akibat negative apabila gelar yang dimiliki seseorang tersebut dinilai lebih tinggi dari ilmu pengetahuan yang dikuasainya sehingga banyak sekali orang-orang yang menggunakan cara curang untuk memperoleh gelar akademiknya. Dengan cara memalsukan ijazah. membeli skripsi, dll.

    Perbedaan Sistem Lapisan Masyarakat

    • Sistem Lapisan Masyarakat Tertutup
      Pemindahan lapisan masyarakat ke lapisan atas ataupun bawah tidak akan pernah terjadi bila tidak ada hal istimewa. Dalam sistem ini masyarakat akan bisa menerima individu lain apabila masih ditemui aliran darah/keturunan. Seperti di India dan Afrika Selatan yang masih menganut sistem politih apartheid atau perbedaan warna kulit.
    • Sistem Lapisan Masyarakat Terbuka
      Dalam sistem ini setiap orang berkesempatan untuk menduduki jabatan tertentu apabila dia memiliki kemampuan, dan sewaktu-waktu bisa turun apabila individu ini tidak bisa mempertahankan kedudukan dan kemampuannya. Dalam masyarakat sistem ini dianggap sebagai sistem yang paling baik untuk dikembangkan. Karena pada sistem ini masyarakat memiliki kemampuan untuk bersaing menunjukkan kemampuannya.


    Jika dilihat seharusnya pelapisan sosial ini tidak terjadi karena akan memiliki dampak yang kurang baik bagi kehidupan di masyarakat itu sendiri dan sebenarnya Indonesia juga menganut asas bahwa setiap warha negara memiliki persamaa hak yang sama dalam hukum dan pemerintahan. Seperti yang tertulis pada pasal :
    • Pasal 27 Ayat 1
      "Segala warga negara bersamaa kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan dan wajib  menjunjung hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali."
    • Pasal 27 Ayat 2
      "Hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan."
    • Pasal 28"Kemerdekaan berserikat, berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan tulisan dan sebaginya ditetapkan oleh Undang-undang."
    • Pasal 29
      "Kebebasan asasi untuk memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara."
    • Pasal 31
      "(1) Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran. (2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional, yang diatus dengan Undang-undang."






·


·       
·         
·     

·    



Minggu, 30 Oktober 2011

Kewarganegaraan Dan Negara

Kewarganegaraan Dan Negara

Keanggotaan seorang individu dalam suatu kelompok politik atau yang lebih dikenal dengan negara dan memiliki hak untuk berpolitik disebut sebagai warganegara. Menurut pasal 26 ayat 1 UUD 1945 yang dinamakan warganegara Indonesia adalah :
  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Warga negara yang bertempat tinggal di Indonesia
  • Setia kepada NKRI
  • Mengakui Indonesia sebagai tanah airnya

Negara merupakan suatu wilayah yang memiliki warganegara, adat istiadat, dan kekuasaannya di atur oleh pemerintah wilayah tersebut. Negara juga memiliki aturan yang berlaku bagi setiap individu yang bertempat tinggal di wilayah tersebut. Syarat terbentuknya suatu negara adalah adanya rakyat, wilayah, pemerintah yang berdaulat, serta pengakuan dari negara lain.

Asal mula terbentuknya suatu negara adalah :
  • Penaklukan
  • Peleburan
  • Pemisahan diri
  • Pendudukan wilayah yang belum berpemerintah
Ada beberapa teori yang mengacu pada proses terbentuknya negara:
  • Teori alam (Plato dan Aristoteles) : Manusia tinggal dibumi dan berkembang biak membentuk kelompok kecil, kelompok besar, dan membentuk negara.
  • Teori perjanjian (Thomas Hobbes) : Kelompok yang kuat akan menang, yang lemah akan tersingkir. Dan akhirnya kelompok yang tersingkir akan membuat perjanjian untuk membentuk negara baru.
  • Teori ketuhanan (Islam dan Kristen) : Manusia dan bumi serta segala isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Setiap orang yang diakui oleh UU sebagai warga negara Republik Indonesia disebut sebagai WNI (Warga Negara Indonesia) dengan tanda diberikannya Kartu Tanpa Penduduk, Nomor Induk Kependudukan, serta pemberian Paspor yang diberikan oleh negara sebagai identitas dalam tata hukum internasional.




Hak dan Kewajiban Warganegara :
  • Pasal 27 (Persamaan di depan hukum)
  • Pasal 28 (Kebebasan berpendapat)
  • Pasal 29 (Kebebasan beragama)
  • Pasal 30 (Kewajiban bela negara)
  • Pasal 31 (Setiap warganegara berhak memperoleh pendidikan)
  • Pasal 32 (Berhak berkebudayaan bangsa)
  • Pasal 33 ( Perekonomian Sosial)
  • Pasal 34 (Fakir miskin, kaum dan anak terlantar dipelihara oleh negara)




Sabtu, 29 Oktober 2011

Pemuda Dan Sosialisasi

Sebelum membahasa lebih lanjut mengenai peran pemuda dalam kegiatan sosialisasi, akan lebih baik bila kita mengetahui arti dari Pemuda dan Sosialisasi itu sendiri.

Pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa yang nantinya akan menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Pemuda juga merupakan individu yang mengalami perubahan baik dari fisik maupun psikisnya. Seseorang yang sudah berusia 15 tahun ke atas seringkali disebut sebagai remaja/pemuda. Pemuda memiliki nilai emosional yang tinggi namun masih belum stabil. Tetapi mereka juga memiliki semangat pembaharuan  yang tinggi, sehingga gerakan dari pemuda seringkali menjadi pembangun keadaan yang lebih baik untuk masa sekarang dan yang akan datang.


Sosialisasi merupakan proses seorang manusia untuk mempelajari kebiasaan, cara hidup, norma, dan nilai sosial yang berlaku disekitar tempat tinggalnya serta untuk membentuk kepribadian individu itu sendiri. Sosialisasi juga dijadikan salah satu cara untuk mengenal orang-orang yang berada di lingkungan sekitar dan cara untuk memperkenalkan diri terhadap lingkungannya. Seseorang yang tidak pernah bersosialisasi akan mengalami kesulitan dalam kehidupan. Hal ini karena kodrat manusia sebagai mahluk sosial yang artinya, setiap manusia tidak akan mampu hidup sendiri tanpa orang lain. Sehingga kegiatan sosialisasi ini juga dapat membantu dan memberi kemudahan dalam menjalani kehidupan. Proses sosialisasi dapat berlangsung di keluarga, teman, lingkungan sekolah, lingkungan kerja, bahkan media massa sekalipun. 


Sosialisasi di keluarga merupakan sosialisasi yang pertama kali dilakukan sejak kita dilahirkan. Norma dan aturan yang berlaku dalam sebuah keluarga merupakan cara/bentuk dari sosialisasi itu sendiri. Sosialisasi di sekolah meruapkan proses sosialisasi formal yang terjadi setelah keluarga. Dilingkungan sekolah kita bisa bersosialisasi dengan teman, guru, dan orang-orang yang berada dilingkungan sekolah. 


Jika dilihat lagi peran serta pemuda, dapat kita lihat pada semangat para pemuda yang begitu besar untuk segera memerdekakan Indonesia pada zaman dulu.  Seperti pidato Ir.Soekarno yang mampu mengobarkan semangat juang para pemuda yaitu "Beri aku sepuluh pemuda, maka akan ku goncangkan dunia". Perubahan dari orde lama menjadi reformasi juga tak lepas dari peran pemuda yang berjuang untuk menciptakan keadaan yang lebih baik di negaranya sendiri supaya jauh dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.


Dan akhirnya munculah beberapa gerakan pemuda yang selalu menjadi wadah bagi para pemuda untuk menyampaikan aspirasinya. Dari keikut sertaan pemuda dalam organisasi ini juga nantinya akan terbentuk rasa kebersamaan untuk selalu menjaga dan melindungi. Serta kemungkinan akan bertambahnya ilmu dan pengetahuan akan  menjadi dampak positif yang bisa diperoleh. 


Sebenarnya jika dilihat dari tujuan pergerakan yang dilakukan oleh para pemuda selalu mengarah pada perubahan yang lebih baik. Namun terkadang cara yang dilakukannya salah. Hal ini karena emosionalisme mereka yang belum stabil. Oleh karena itu untuk menciptakan suatu generasi penerus bangsa yang lebih baik dibutuhkanlah pemuda yang tidak hanya memiliki keberanian untuk mengutarakan pendapatnya, tetapi juga sosok pemuda yang memiliki ilmu dan pengetahuan yang luas demi pembaharuan yang lebih baik lagi.


Dibawah ini merupakan salah satu peran pemuda dalam sosialisasi menyampaikan aspirasi dan keinginannya.






Pemuda Dan Sosialisasi

Pemuda Dan Sosialisasi

Sebelum membahasa lebih lanjut mengenai peran pemuda dalam kegiatan sosialisasi, akan lebih baik bila kita mengetahui arti dari Pemuda dan Sosialisasi itu sendiri.




Pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa yang nantinya akan menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Pemuda juga merupakan individu yang mengalami perubahan baik dari fisik maupun psikisnya. Seseorang yang sudah berusia 15 tahun ke atas seringkali disebut sebagai remaja/pemuda. Pemuda memiliki nilai emosional yang tinggi namun masih belum stabil. Tetapi mereka juga memiliki semangat pembaharuan  yang tinggi, sehingga gerakan dari pemuda seringkali menjadi pembangun keadaan yang lebih baik untuk masa sekarang dan yang akan datang.


Sosialisasi merupakan proses seorang manusia untuk mempelajari kebiasaan, cara hidup, norma, dan nilai sosial yang berlaku disekitar tempat tinggalnya serta untuk membentuk kepribadian individu itu sendiri. Sosialisasi juga dijadikan salah satu cara untuk mengenal orang-orang yang berada di lingkungan sekitar dan cara untuk memperkenalkan diri terhadap lingkungannya. Seseorang yang tidak pernah bersosialisasi akan mengalami kesulitan dalam kehidupan. Hal ini karena kodrat manusia sebagai mahluk sosial yang artinya, setiap manusia tidak akan mampu hidup sendiri tanpa orang lain. Sehingga kegiatan sosialisasi ini juga dapat membantu dan memberi kemudahan dalam menjalani kehidupan. Proses sosialisasi dapat berlangsung di keluarga, teman, lingkungan sekolah, lingkungan kerja, bahkan media massa sekalipun. 


Sosialisasi di keluarga merupakan sosialisasi yang pertama kali dilakukan sejak kita dilahirkan. Norma dan aturan yang berlaku dalam sebuah keluarga merupakan cara/bentuk dari sosialisasi itu sendiri. Sosialisasi di sekolah meruapkan proses sosialisasi formal yang terjadi setelah keluarga. Dilingkungan sekolah kita bisa bersosialisasi dengan teman, guru, dan orang-orang yang berada dilingkungan sekolah. 


Jika dilihat lagi peran serta pemuda, dapat kita lihat pada semangat para pemuda yang begitu besar untuk segera memerdekakan Indonesia pada zaman dulu.  Seperti pidato Ir.Soekarno yang mampu mengobarkan semangat juang para pemuda yaitu "Beri aku sepuluh pemuda, maka akan ku goncangkan dunia". Perubahan dari orde lama menjadi reformasi juga tak lepas dari peran pemuda yang berjuang untuk menciptakan keadaan yang lebih baik di negaranya sendiri supaya jauh dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.


Dan akhirnya munculah beberapa gerakan pemuda yang selalu menjadi wadah bagi para pemuda untuk menyampaikan aspirasinya. Dari keikut sertaan pemuda dalam organisasi ini juga nantinya akan terbentuk rasa kebersamaan untuk selalu menjaga dan melindungi. Serta kemungkinan akan bertambahnya ilmu dan pengetahuan akan  menjadi dampak positif yang bisa diperoleh. 


Sebenarnya jika dilihat dari tujuan pergerakan yang dilakukan oleh para pemuda selalu mengarah pada perubahan yang lebih baik. Namun terkadang cara yang dilakukannya salah. Hal ini karena emosionalisme mereka yang belum stabil. Oleh karena itu untuk menciptakan suatu generasi penerus bangsa yang lebih baik dibutuhkanlah pemuda yang tidak hanya memiliki keberanian untuk mengutarakan pendapatnya, tetapi juga sosok pemuda yang memiliki ilmu dan pengetahuan yang luas demi pembaharuan yang lebih baik lagi.


Dibawah ini merupakan salah satu peran pemuda dalam sosialisasi menyampaikan aspirasi dan keinginannya.













Kamis, 29 September 2011

Individu, Keluarga, dan Masyarakat

Pengertian Individu
 
Manusia adalah mahluk yang sering kali kita sebut sebagai individu. Manusia adalah mahluk individu yang sangat unik. Karena manusia memiliki akal, fikiran, dan hawa nafsu yang tidak dimiliki oleh mahluk lain. Hal ini yang akhirnya membuat manusia dapat berfikir dan mengambil keputusan, serta bersosialisasi dengan mahluk lain. Manusia juga di sebut sebagai mahluk social yang tidak dapat hidup sendiri dan saling bergantung antara satu dengan yang lainnya. Hubungan saling ketergantungan ini salah satunya terjadi di dalam keluarga.

Sumber : www.w4t3rmelon.wordpress.com


Pengertian Keluarga
Keluarga merupakan tempat awal mula manusia dapat bersosialisasi, dan membentuk jati dirinya sendiri. Hal ini karena dari awal kelahirannya setiap individu berada di antara keluarganya. Sehingga tugas dari sebuah keluarga adalah mengajarakan bagaimana caranya untuk dapat bersosialisasi dengan masyarakat.

Sumber : www.opashidqi.blogdetik.com

           

Pengertian Masyarakat

Masyarakat adalah sekumpulan individu yang saling berinteraksi yang menempati suatu lingkungan tertentu yang memiliki aturan dan kebudayaan sendiri baik yang sudah ada secara turun temurun, ataupun yang baru-baru ini muncul. Didalam kehidupan bermasyarakat juga kita dapat menerapkan dan melihat hasil dari pembentukkan pribadi kita yang selama ini telah terbentuk di tengah-tengah keluarga.

Sumber : www.blogldii.wordpress.com
 
Sehingga ketiga aspek ini tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Karena tidak akan ada suatu kelompok masyarakat bila di dalamnya tidak terdapat individu. Begitupun dengan keluarga.


Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan


Saat ini saya akan membahas tentang keterkaitan antara penduduk, masyarakat, dan kebudayaan. Dalam kehidupan sehari-hari 3 aspek ini tidak dapat dipisahkan. Pengertian keterkaitan ini adalah penduduk yang merupakan kumpulan individu yang menempati suatu lingkungan yang dalam arti besar di sebut masyarakat yang memiliki aturan dan kebudayaan masing-masing di setiap daerahnya.                                                                                                                                                                                    Sebelumnya perlu kita ketahui dulu apa arti dari masing-masing ketiga aspek ini:                                                                                                                                                                                         Pengertian Penduduk   
                                                                                                                                           Penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati suatu lingkungan geografis. Yang kemudian di definisikan menjadi dua, yaitu :
  • Seseorang yang memang bertempat tinggal di daerah tersebut
  • Seseorang yang secara hukum berhak bertempat tinggal di daerah tersebut (memiliki surat resmi), tapi lebih memilih untuk bertempat tinggal di daerah lain.

                                                                                                                                             Pengertian Masyarakat 

Masyarakat adalah kumpulan penduduk yang saling berinteraksi dan  menempati suatu lingkungan yang memiliki aturan yang wajib untuk ditaati. 




Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan adalah kebiasaan/tata cara kehidupan dalam suatu kelompok masyarakat baik yang sudah diterapkan oleh nenek moyang secara turun temurun ataupun yang baru-baru ini muncul.




Keterkaitan antara  Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan :
    • Masyarakat adalah bagian besar dari kumpulan individu-individu yang di sebut penduduk, sehingga tidak akan pernah ada suatu kelompok masyarakat jika di dalamnya tidak terdapat penduduk.
    • Masyarakat yang menempati suatu lingkungan geografis, memiliki adat dan kebudayaan sendiri yang akhirnya menjadi ciri khas dari daerahnya.

    Masalah yang berhubungan dengan penduduk diantaranya adalah:


      • Kepadatan Penduduk.
        Angka kelahiran yang cukup tinggi mengakibatkan kepadatan penduduk di suatu daerah. Namun pertambahan penduduk ini tidak di dukung oleh fasilitas yang memadai. Akibatnya banyak sekali pengangguran karena minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia, dan akhirnya membuat angka kemiskinan juga mengalami kenaikan yang cukup pesat. Misalnya saja di Indonesia, jumlah kepadatan penduduk dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 2010 berdasarkan hasil dari sensus penduduk, jumlah penduduk di Indonesia sebesar 237.556.363 jiwa. Yang terdiri dari 119.507.580 penduduk laki-laki, dan 118.408.783 penduduk perempuan.



      • Dinamika Penduduk
        Pengertian dari Dinamika Penduduk adalah perubahan suatu kondisi kependudukan di suatu daerah tertentu dari waktu ke waktu. Maksudnya adalah pertumbuhan ini berkaitan dengan beberapa faktor seperti : kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk yang terus terjadi di daerah tersebut.
      Masalah yang berkaitan dengan Kebudayaan


       
      Kebudayaan adalah Cara atau aturan hidup yang berkembang di satu daerah yang diwariskan oleh nenek moyang dan akhirnya dikembangkan dan dijaga oleh generasi penerusnya. Namun masuknya budaya barat terkadang mempengaruhi kebudayaan asli dari daerahnya sendiri, akibatnya banyak sekali generasi penerusnya yang tidak mengetahui adat kebudayaan daerah tempat tinggalnya sendiri. Hal ini yang seharusnya dapat di cegah agar masuknya budaya barat tidak banyak berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari.  Karena tidak semua budaya barat mempunyai dampak yang positif bagi kehidupan sehari-hari. Contohnya, budaya barat yang kurang mengenal sopan santun, dan tata cara berpakaian sebaiknya tidak diikuti. Karena hal ini akan mempengaruhi moral pengikut budaya tersebut. Pengikut budaya ini juga akan dipandang negatif oleh orang disekelilingnya.

                                                                                                                                                        Pendapat saya 

      Untuk itu belajarlah lebih bijaksana untuk memilah hal-hal positif yang baik untuk diikuti dan berusahalah untuk selalu menjaga diri dari hal-hal yang berbau negatif.