Minggu, 24 Juni 2012

PHOBIA


Phobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada suatu hal. Bagi sebagian orang perasaan takut seorang pengidap phobia sulit dimengerti. Maka dari itu sering kali penderita phobia menjadi bulan-bulanan diantara teman-temannya. Banyak orang yang salah mengartikan antara phobia dan rasa takut. Jika anda merasa takut terhadap suatu hal maka anda akan berusaha untuk melindungi diri, sedangkan pada phobia rasa takut tersebut akan menguasai penderita dan membuat si penderita menjadi lemah. Dalam keadaan normal setiap orang mempunyai kemampuan untuk mengendalikan rasa takut. Tapi jika seseorang tersebut terus menerus merasakan ketakutan berlebihan hal ini akan menyebabkan terjadinya fiksasi. Fiksasi merupakan suatu keadaan mental seseorang menjadi terkunci, yang disebabkan karena ketidak mampuan seseorang dalam mengendalikan perasaan takutnya. 


Seseorang yang mengalami fiksasi akan mengalami kesulitan emosi dikemudian harinya. Hal ini dikarenakan ia tidak memiliki saluran pelepasan emosi yang tepat. Kecemasan yang tidak diatasi lebih awal akan berpotensi menimbulkan akumulasi emosi negatif terus menerus ditekan kembali ke alam bawah sadarnya. 

Menurut para ahli phobia dibagi menjadi 3 macam, yaitu : 

a. Agoraphobia : Takut akan tempat ramai. Nama agora ini diambil dari nama pasar dan balai pertemuan di jaman Yunani Kuno. Mereka yang menderita phobia biasanya akan merasa  cemas saat berada ditengah kerumunan orang. Jika orang yang ada disekitarnya semakin banyak, maka ia akan berusaha kabur dan menghindar. Maka dari itu penderita agoraphobia ini lebih suka menyendiri.

b. Social Phobia : Takut bertemu orang. Pengidap social phobia ini tidak sama dengan pemalu. Namun lebih kepada rasa takut yang begitu besar yang dirasakan saat bertemu orang lain. Ketakutan ini meliputi rasa takut bahwa orang lain akan menilai fisiknya buruk, ia tidak akan bisa bicara baik depan orang lain, dan sebagainya. 

c. Specific Phobia : Ketakutan terhadap beberapa hal yang lebih spesifik. Seperti misalnya takut pada ketinggian, takut akan petir, takut akan hewan tertentu, takut berada diruang sempit, dan takut pada kegelapan. 

Disini kita ambil contoh suatu kasus seseorang yang mengidap specific phobia terhadap ketinggian. Sebenarnya phobia pada ketinggian merupakan rasa takut yang masih bisa dijelaskan secara logis. Karena pada saat berada di suatu tempat yang memiliki ketinggian cukup mengkhawatirkan perasaan takut akan keselematan dirinya akan muncul. Mungkin dalam benaknya terfikir jika hal buruk terjadi padanya atau ia terjatuh dari ketinggian tersebut maka keselamatan jiwanya akan terancam. Jadi phobia pada ketinggian ini masih termasuk dalam bentuk phobia yang wajar. 

Yang harus selalu diingat itu satu, semua masalah pasti akan ada jalan keluarnya. Dan phobia ini juga pasti ada solusinya. Misalnya:
a. Terapi Berbicara
b. Terapi Pemaparan Diri
c. Menggunakan obat-obatan (obat penenang atau antidepresan)


Sabtu, 23 Juni 2012


PENGABDIAN SEORANG GURU


Guru adalah profesi yang mulia, sosok pahlawan tanpa tanda jasa begitu banyak di dengar dan diperdengarkan orang. Yah, merupakan sebuah profesi yang menuntut kesabaran ekstra dalam menjalaninya. Perlu keikhlasan dan kelapangan hati dalam menerimanya. Suka atau tidak, itulah guru. Di akui atau tidak itulah yang terjadi. Pengabdian dan pengorbanan rela (terpaksa?) rela dijalani demi siswa tersayang.

Pengabdian guru adalah mutlak dan absolut. Itu adalah harga mati yang harus dibayar. Tidak bisa ditawar-tawar. Mutlak! (Kok segitunya ya..?) Ya, memang itulah nasib guru, yang diberi nama oleh Bang Iwan Fals sebagai Oemar Bakrie. Yah, memang itulah nasib guru.

Sebuah kisah nyata yang terjadi di awal tahun 2006. Sebuah dialog terjadi antara seorang penjaga malam dengan seorang guru baru. Kok guru bisa berkomunikasi dengan seorang petugas jaga malam di sekolah? Kapan dialog itu terjadi dan mengapa? Cerita berawal dari sebuah sekolah. Guru tersebut harus mendampingi siswanya untuk mengikuti lomba mewakili sekolahnya di luar kota. Agar datang lebih awal ke kota tujuan, maka guru tersebut bersama dengan beberapa siswa tidur di sekolah. Besoknya baru berangkat pagi-pagi. Itulah awal percakapan tersebut. Kurang lebih percakapannya seperti ini:

Penjaga malam     :  Selamat malam, bu.
Guru                   :  Malam, pak.
Penjaga malam     :  Kok nggak pulang, bu. Emang mau tidur di sini?
Guru                   :  Iya, pak.
Penjaga malam     :  Ada acara apa, bu?
Guru                   :  Anu pak, besok kami harus keluar kota pagi-pagi.
Penjaga malam     :  Wah, pasti dapat uang saku banyak nih!
Guru                   :  Oh, tidak pak. Secukupnya untuk perjalanan besok.
Penjaga malam     :  Ooo… Tapi kok ibu mau? Hanya untuk perjalanan?
Guru                   :  Iya, pak.
Penjaga malam     :  Kok ibu mau?
Guru                   :  Iya lah pak, khan menjadi guru adalah pengabdian.
Penjaga malam     :  Kok, begitu bu? Jadi ibu dibayar dengan pengabdian?
Guru                   :  ….
Penjaga malam     :  Pengabdian…? Jadi kalau ibu dibayar dengan pengabdian, masak ibu harus beli trasi dengan pengabdian?
Guru                   :   …..

Itulah sekelumit percakapan yang didasari oleh sebuah kisah nyata. Entah apa yang ada di benak
guru tersebut.Tetapi satu yang pasti bahwa memang profesi guru adalah profesi yang penuh dengan
pengabdian dan pengorbanan. Tanpa kenal lelah terus memompa semangat siswa ditengah
keringnya “semangat” pribadi. Menyoal tentang lagu Bang Iwan, rasanya lagu tersebut rasanya
cocok dengan kejadian yang terjadi di atas. Namun hal yang harus diperhatikan adalah bahwa
semua profesi harus dijalani dengan sungguh-sungguh, dengan harapan bahwa masa depan
dapat diraih dengan perjuangan dan pengabdian yang tanpa kenal lelah.


Analisa artikel : 
Sosok pahlawan tanpa tanda jasa, pahlawan yang tidak mengenal lelah, pahlawan yang dengan
keiklasan dan kesabarannya siap untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas dan
cermat. Sosok yang sudah kita kenal sejak duduk di bangku taman kanak-kanak telah memberikan
banyak pengajaran kepada kita. Sosok yang selalu iklas membagi seluruh ilmu yang ia miliki kepada
setiap siswanya. Artikel diatas merupakan salah satu bukti nyata dari pengabdian guru demi prestasi
siswanya. Demi siswanya ia rela untuk bermalam di sekolah. Dengan perasaan iklad dan tanpa
mengaharap lebih selain kesuksesan untuk siswanya ia siap berkorban untuk mendampingi
siswanya. Dan inilah salah satu sosok guru yang harus kita hargai pengorbanannya. Karena dengan
atau tanpa disadari sosoknya memiliki peran penting untuk kesuksesan kita :)

Minggu, 20 Mei 2012

Tips Move On Dari Mantan 

Kenalan, PDKT, pacaran, terus putus. Itu udah biasa, namanya juga pacaran alias masa pencarian. Selalu mencari yang terbaik diantara yang baik. Jadi wajar kalo ngerasain yang namanya patah hati waktu putus. Tapi buat sebagian orang katanya nggak gampang loh buat move on dan cari lagi pacar baru. Alasannnya ada beratus-ratus, ada yang bilang masih sayang, ada yang karena pacarannya udah lama, ada yang bilang susah ngelupainnya, dan beragam alasan lagi deh...

Satu hal yang harusnya disadarin,, sebelum pacaran sama dia (si mantan) kita nggak pernah kan kenal sama dia. Dan kenyataannya hidup kita baik-baik ajah. Inget... akan selalu ada perpisahan setiap kali ada pertemuan.Tapi semuanya nggak boleh ngebuat kita terus-terusan sedih karena perpisahan. Mungkin beberapa tips dari gue ini bisa sedikit ngebantu lo semua buat move on dari mantan.

1. Menangislah
Rasa sedih, kecewa, marah wajar ko dialamin sama orang yang baru ajah ngerasain patah hati karena putus cinta. Hati kita bukan baja yang bisa selalu kuat nahan rasa sakit. Kalo emang 3. nangis bisa bikin perasaan lebih lega nggak usah malu buat nangis, keluarin semua perasaan yang lo rasain.

2. Berenti Inget Mantan
Ini yang paling penting.... Jangan pernah lagi lo buka segala sesuatu yang berhubungan sama si mantan. Jangan pernah simpen sms-sms manis dari dia, jangan buka facebook ataupun twitternya, nggak perlu berjam-jam buat mandangin fotonya. Pokoknya buang jauh-jauh segala sesuatu yang berhubungan sama mantan lo. 

3. Cari Kesibukan
Udah cukup deh yang namanya nangis-nangis karena keinget terus sama mantan. Nggak perlu deh sampe seminggu acara nangis-nangisnya. Mulai deh cari kesibukan yang bisa bikin lo mulai lupa sama mantan. Intinya jangan kasih waktu buat lo bengong dan ngelakuin hal bodoh karena inget sama mantan lagi. 

4. Mulai Membuka Diri
Seminggu dua minggu kayaknya udah cukup tuh lo nutup diri dan ngerasain rasa sakit karena putus. Coba deh belajar ngebuka diri buat cowok/cewek lain lagi. Dan inget jangan pernah ngebandingin gebetan baru lo sama mantan. Karena setiap orang pasti beda, dan mungkin gebetan lo itu justru punya sifat posotif yang nggak dimilikin sama mantan lo dulu.

Oke mungkin cukup dulu deh sedikit tips dari gue... Yang penting inget selalu kata-kata ini

"Gue yakin gue bisa tanpa lo, dan gue pasti akan lebih baik tanpa lo sekarang..!!".

 

Sabtu, 14 April 2012

 Korupsi vs Nasionalis Bangsa

Nasionalisme adalah satu paham atau ajaran yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia dimana bahasa dan budaya menjadi unsur pengikat dalam melakukan interaksi sosial. Unsur pengikat inilah yang melahirkan kesadaran akan nasionalisme komunitas/rakyat Indonesia ketika berhadapan dengan lingkungan luar yang mengganggu.

Dalam sejarah Indonesia khususnya, nasionalisme masih sangat penting akan keberadaannya, Pertama, misalnya, sebagai ideologi pemersatu untuk melawan penjajah Belanda, atau Jepang, atau dalam melawan hegemoni neo-kolonilalisme. Dulu, kalau orang-orang di kepulauan Nusantara ini tersebar terus, tidak ada ideologi yang mempersatukan dan tentu dengan mudah Belanda menguasai kita. Sangat mungkin orang-orang di kepulauan Nusantara justru saling berperang sendiri. Apalagi, ketika politik adu domba Belanda terus menerus memompakan permusuhan dan konflik-konflik. Kedua, sebagai konsekuensinya, ketika orang-orang di kepulauan Nusantara tadi berhasil memerdekakan dirinya, nasionalisme paling tidak sebagai wacana ideologis untuk membangkitkan semangat mengisi kemerdekaan Indonesia. walaupun kadang nasionalisme semacam ini disalahtafsirkan, dengan alasan nasionalisme Indonesia kita menyimpan kecenderungan bermusuhan dengan bangsa lain.

Tapi, sisi positifnya tentu banyak, sebagai bangsa baru yang menemukan dirinya, kita berusaha tetap kompak sehingga banyak konflik yang berpotensi mengancam persatuan Indonesia dapat diatasi atas nama nasionalisme Indonesia. Ketiga, nasionalisme paling tidak dapat dipakai untuk memberikan identitas keindonesiaan, agar Indonesia itu ada di dunia. Akan tetapi, apa yang dicatat dunia dengan nasionalisme Indonesia. Mungkin tidak banyak. Waktu itu, terlepas dari konstruksi orientalisme, orang lebih mengenal Indonesia sebagai bangsa yang cukup ramah, negara terbelakang dan miskin, negara yang memiliki bahasa persatuan Indonesia, yang mengatasi lebih dari 600-an bahasa-bahasa lokal yang hingga hari ini tetap bertahan.

Negara kita Indonesia jauh hari telah mencanangkan berbagai pemahaman Nasionalisme dalam konsep Wawasan Nusantara yang dituangkan dalam satu kesatuan: Ideologi , Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, Pertahanan Keamanan Nasional ). Sebagai konsekuensinya setiap warganegara Indonesia, apalagi ketika ia dicalonkan sebagai pemimpin di dalam struktur kekuasaan yang ada tentu harus memiliki Wawasan Nusantara dimana yang bersangkutan harus punya kewajiban mutlak untuk ikut mempertahankan satu kesatuan wilayah Indonesia dari sabang sampai merauke yang dituangkan dalam konsep IPOLEKSOSBUDAGHANKAMNAS.

Sekarang ini dari hasil pengamatan para ahli tidak dapat dipungkiri, rasa nasionalisme bangsa kita sangatlah menipis, bahkan terancam punah. Yang muncul adalah Ikatan Primordialisme, yang berkiblat pada ikatan kesukuan, kedaerahan, keagamaan dan/atau antar golongan.

Sejarah membuktikan, selama 30 tahun terakhir Indonesia tercengkeram oleh satu model kekuasaan yang otoritarian, yang biasa disebut rezim Orde Baru. Sebagai akibatnya, banyak masalah ketidaksukaan dan ketidakpuasan bergolak di bawah permukaan. Yang paling menonjol saat itu adalah matinya demokrasi, menjamurkan KKN, tidak adanya hukum yang berkeadilan, dan sebagainya. Akibat kondisi terebut, potensi keretakan berubah menjadi bom waktu. Banyak orang mencoba memobilisasi agama, atau etnisitas, atau bahkan mengusung wacana dunia seperti demokrasi dan keadilan universal untuk melakukan konsolidasi resistensi. Dengan tergesa-gesa dan ceroboh, rezim menyelesaikan resistensi itu dengan kekerasan terbuka atau tersembunyi. Kita tahu, pada waktu itu aparat militer sungguh berkuasa dan menakutkan. Apakah militer melakukan itu dengan memegang semangat nasionalisme Indonesia. Namun, strategi yang paling jitu untuk menangkal resistensi itu pemerintah Orde Baru memanfaatkan nasionalisme untuk mengontrol dan menek potensial yang menghancurkan pemerintahan bahkan negara. Dalam hal ini nasionalisme haruslah dibangun sedemikian rupa yang berkiblat pada bagaimana mempertahankan pluralisme (Bhineka Tunggal Ika) agar kekecewaan-kekecewaan yang terjadi di lokal-lokal dapat dipatahkan.

Nasionalisme Indonesia dikedepankan untuk menahan agar nasionalisme etnis, atau nasionalisme agama, atau nasionalisme geografis tidak berkembang menjadi kekuatan yangal Ika) Negara Indonesia di dalam wawasan nusantara, yang mengakomodir ketergantungan global.

Namun nasionalisme semacam itupun sangat sulit dibangun jika sistem sosial, sistem hukum dan sistem pemerintahan telah terkontaminasi dengan budaya korup yang tidak dapat dicegah. Selama Orde Baru, sistem politik atau struktur kekuasaan telah memungkinkan merajalelanya korupsi besar-besaran di segala bidang.

Korupsi yang “membudaya” ini telah membikin kerusakan-kerusakan parah bahkan sampai kepada budaya prilaku masyarakat lapisan bawah yang memandang korupsi sebagai bagian dari sistem sosial, politik, ekonomi, hukum dan pemerintahan. Sekalipun dalam undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi mulai dari UU No.31 tahun 1999 Jo. UU No.20 tahun 2001 yang dalam pertimbangannya telah menegaskan bahwa “akibat tindak pidana korupsi yang terjadi selama ini selain merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, juga menghabat pertumbuhan dan kelangsungan pembangunan nasional yang menuntut efisiensi tinggi”. Korupsi tidak hanya sekedar merusak keuangan dan perekonomian negara, akan tetapi merusak seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang berdaulat.

Menyambut sumpah pemuda 28 Oktober 2010 ini, kita butuh faham nasionalisme yang baru atau faham Nasionalisme yang ke-II, dimana Nasionalisme yang baru ini benar-benar berkiblat pada :

1). faham Bhineka Tunggal Ika, karena tidak mungkin ada persatuan jika masyarakatnya kita tidak mampu menjadi orang yang berbeda dengan orang lain atau tidak mampu mengatasi perbedaannya ;

2). Terbangunnya sikap bersama bagaimana Korupsi Harus diberantas tuntas karena bertentangan dengan pembangunan nasional disegala bidang ; dan

3). Terbangunnya sikap setiap warganegara Indonesia tentang keharusan mempertahankan keutuhan bangsa dan negara Indonesia yang memahami wawasan nusantara sebagai satu kesatuan yang integral dari : Ideologi, ekonomi, politik, sosial, budaya, agama, pertahanan dan keamanan nasional.

Nasionalisme tidak akan pernah dimiliki oleh seorang Koruptor, karena Koruptor adalah parasit negara yang menyengsarakan kehidupan rakyat dan membangkrutkan negara menjadi hancur. Dari dahulu kita sudah sama tahu bahwa penyebab utama terjadinya tindak pidana korupsi adalah :

1)Adanya unsur "Rangsangan" hal ini berkaitan dengan rendahnya iman dan taqwa yang dimiliki oleh para penyelenggara negara dan pihak lain yang terlibat meguasai keuangan negara ;

2)Adanya unsur "Kesempatan", hal ini berkaitan dengan rendahnya unsur "Pengawasan" dalam managemen pengelolaan keuangan negara ;

Orang tidak mungkin mau korupsi jika ia tidak terangsang dan tidak ada kesempatan untuk itu. Obsesi korupsi tentu disebabkan :

1. Gaya hidup yang senang pamer ;
2. Merasa banyak uang akan dihargai orang ;
3. Untuk membiayai proyek mencari kekuasaan ;
4. Untuk biaya gengsi sosial yang terlanjur tinggi ;
5. Untuk modal usaha sebagai jaminan hari tua ;
6. Terpaksa untuk membiayai kebutuhan pokok yang mendesak, seperti biaya sekolah anak, biaya pengobatan keluarga yang sakit ;
7.Dll.

Masyarakat Indonesia yang menganut ekonomi pasar dan neo liberalisme tidak dapat menghindari terjangkitnya gaya hidup mewah yang memerlukan biaya yang tinggi, sementara pendapatan dan daya belinya yang rendah, maka tidak dapat menghindari dari rangsangan untuk korupsi, apalagi Iman dan Taqwa sebagian besar masyarakat kita sangat diragukan.

Sumber :  http://www.kantorhukum-lhs.com/1.php?id=korupsi-vs-nasionalisme-bangsa
Oleh :  Drs. M. Sofyan Lubis, SH
Manusia Dan Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita yang merupakan bahasa sanksekerta dhra. Yang artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan yang tidak pernah diharapkan. Seperti perasaan bimbang, ketakutan, dan juga kesepian. Banyak diantaranya yang akhirnya menyebabkan si penderita tersebut mengalami kekalutan mental atau ang sering disebut frustasi.Dalam ilmu psikologi kekalutan mental merupakan gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang untuk menghadapi masalah yang sedang dialaminya, sehingga banyak dari mereka bisa saja bertindak tidak sewajarnya. 

Di masyarakat banyak beredar kepercayaan yang salah mengenai gangguan mental ini. Ada yang percaya bahwa gangguan mental ini diakibatkan karena roh jahat, ada yang menuduh akibat guna-guna, dan karena kutukan/hukuman atas dosanya. Padahal didalam dunia psikologi ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang mengalami kekalutan mental, diantaranya :
  •  Kepribadian yang lemah. Seseorang yang memiliki kondisi jasmani ataupun mental yang kurang sempurna cenderung akan lebih mudah menyerah dalam menghadapi suatu persoalan. Hal ini juga yang akhirnya membuat mereka menjadi pribadi yang lemah.
  • Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma dalam masyarakat yang berbeda. Perasaan tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat dimana ia tinggal akan menyababkan seseorang tersebut mengalami kekalutan mental. Karena perasaan berbeda, dan mungkin diasingkan dari lingkungan akan membuat pribadinya menjadi lebih tertekan. 
  • Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
 Gejala seseorang yang sedang mengalami gangguan kejiwaan bisa diamti dengan :
  • Pada jasmaninya, penderita akan mengalami pusing, sesak napas, demam, dan nyeri pada lambung.
  • Pada kejiwaannya, perasaan cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu dan mrah akan lebih sering dirasakan.
 Penderita kekalutan mental banyak terdapat di lingkungan :
  1. Perkotaan
  2. Remaja
  3. Wanita
  4. Orang yang tidak beragama
  5. Orang yang mengejar materi.
Tetapi kekalutan mental atau yang sekarang lebih tenar dengan sebutan galau lebih banyak dialami oleh remaja baik putra maupun putri. Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak. Pada masa ini mood (suasana hati) bisa berubah dengan sangat cepat. Perubahan mood yang drastis pada para remaja ini seringkali dikarenakan beban pekerjaan rumah, pekerjaan sekolah, atau kegiatan sehari-hari di rumah. Remaja cenderung untuk menganggap diri mereka sangat unik dan bahkan percaya keunikan mereka akan berakhir dengan kesuksesan dan ketenaran.Seperti halnya Remaja putri akan bersolek berjam-jam di hadapan cermin karena ia percaya orang akan melirik dan tertarik pada kecantikannya, sedang remaja putra akan membayangkan dirinya dikagumi lawan jenisnya jika ia terlihat unik dan “hebat”. Pada usia 16 tahun ke atas, keeksentrikan remaja akan berkurang dengan sendirinya jika ia sering dihadapkan dengan dunia nyata. Pada saat itu, remaja akan mulai sadar bahwa orang lain tenyata memiliki dunia tersendiri dan tidak selalu sama dengan yang dihadapi atau pun dipikirkannya. Masa remaja merupakan masa yang kritis dalam siklus perkembangan seseorang. Di masa ini banyak terjadi perubahan dalam diri seseorang sebagai persiapan memasuki masa dewasa. Remaja tidak dapat dikatakan lagi sebagai anak kecil, namun ia juga belum dapat dikatakan sebagai orang dewasa. Hal ini terjadi oleh karena di masa ini penuh dengan gejolak perubahan baik perubahan biologik, psikologik, maupun perubahan sosial.

Ada beberapa bentuk frustasi yang memang sudah banyak dikenal :
  • Agresi. Kemarahan yang berlebihan kibat emosi yang tidak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadinya hipertensi tau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitar.
  • Regresi. Kembali pada pola reaksi yang primitive atau kekanak-kanakan.
  • Fiksasi. Peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama.
  • Proyeksi. Usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negative terhadap orang lain.
  •  Identifikasi. Menyamakan diri dengan seseorang yang sukses didalam imaginasinya.
  • Narsisme. Self love yang berlebihan, sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari orang lain.
  • Autisme. Gejala menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomnikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjuru ke sifat yang sinting. 
Cara yang dapat dilakukan untuk menghindarkan diri kekalutan mental adalah :
  • Harus pandai-pandai mengontrol emosi dalam menghadapi dan menyelesaikan suatu masalah.
  •  Berusaha untuk sabar.
  • Yakin bahwa setipa masalah memiliki jalan keluar dengan cara yang baik.
  • Lebih mendekatkan diri pada Allah s.w.t

Kamis, 05 April 2012

 Kesenian
Aliran-Aliran Kesenian
Keragaman seni memiliki variasi baik dalam bentuk maupun dalam gaya dan aliran seni. Menurut Sudarso SP gaya, corak atau langgam ataupun style sebenarnya berurusan dengan bentuk luar sesuatu karya seni, sedangkan aliran, faham atau isme lebih menyangkut pandangan atau prinsip yang lebih dalam sifatnya (1990:93). Aliran pada kesenian memiliki banyak sekali ragam, diantaranya Naturalisme, Realisme, Impresionisme, Romantisisme, Expressionisme, dan Surrealisme . Aliran-aliran lain seperti Fauvisme, Kubisme, Futurisme, Dadaisme, Abstractionism, Optical Art, Populair Art, Suprematisme, Constructivism, Neo Plastisism, dan Purisme. 

Materi yang akan dibahas disini adalah:
a. Naturalisme
Naturalisme merupakan corak atau aliran dalam seni rupa dengan berusaha melukiskan sesuatu obyek sesuai dengan alam (nature). Obyek yang digambarkan diungkapkan seperti apa yang dilihat. Untuk memberikan kesan mirip diusahakan dengan bentuk yang persis, ini artinya proporsi, keseimbangan, perspektf, pewarnaan dan lainnya diusahakan setepat mungkin sesuai dengan yang dilihat. Penganut naturalisme berpendapat bahwa satu-satunya dunia yang dapat dipercaya secara empiris ialah dunia eksitensi yang bersifat alami. Makna naturalisme secara khusus ada dua hal yaitu :
               1. Hasil berlakunya hukum alam secara fisik. Misalnya, gerhana matahari merupakan
                   gejala alami/ terjadi akibat hukum gearakan benda angkasa.
    
              2. Terjadi menurut kodrat dan wataknya sendiri. Misalnya, orang mengatakan: "Secara
                  alami, wajar jika ia berbuat demikian. 
Dalam seni rupa aliran naturalisme adalah suatu faham yang memuja kebesaran alam oleh karena itu bagi kaum naturalis tidak mungkinlah untuk melukiskan bagian alam ini yang jelek-jelek. Lukisan naturalistik selalu menggambarkan keindahan alam sehingga natularisme memiliki sifat idealistik Sudarso, 1990:94).
Tokoh-tokoh Naturalisme : Rembrant, Williamn Hogart dan Frans Hall.

Di Indonesia tokoh yang menganut paham ini adalah : Raden Saleh, Abdullah Sudrio Subroto, Basuki Abdullah, Gambir Anom dan Trubus.
Contoh aliran seni Naturalisme:


b. Realisme

Realisme adalah corak seni rupa yang menggambarkan kenyataan yang benar-benar ada, artinya yang ditekankan bukanlah obyek tetapi suasana dari kenyataan tersebut. Mempunyai kecenderungan melukiskan segala sesuatu seperti apa adanya, tanpa berusaha mengidealisasi alam, memperbaiki ataupun menyempurnakannya. Bahkan cenderung menampilkan peristiwa-peristiwa kepahitan hidup, seperti kemelaratan, kejorokan dan lain-lainnya (Soegeng Toekio dkk, 1987:36). 

Pendapat para penganut realisme, “kenyataan” itu paling tidak tersusun dari dua jenis hal yaitu partikularia dan universalia. Dunia tersusun dari banyak hal: hal-hal yang bersifat jasmani, hal-hal yang bersifat rohani dan universalia. Hal-hal yang ditentukan oleh ruang dan waktu dinamakan yang-bereksistensi , sedangkan hal-hal yang tidak bersifat rohani, yang tidak bersifat jasmani dinamakan yang bersubsistensi (Kattsoff. 1992:111).

Tokoh-tokoh Realisme: Gustove Corbert, Fransisco de Goya dan Honore Daumier.

Contoh aliran seni Realisme :




c. Romantisme

Romantisme merupakan corak dalam seni rupa yang berusaha menampilkan hal-hal yang fantastic, irrasional, indah dan absurd. Aliran ini melukiskan cerita-cerita romantis tentang tragedy yang dahsyat, kejadian dramatis yang biasa ditampilkan dalam cerita roman. Penggambaran obyeknya lebih sedikit dari kenyataan, warna yang lebih meriah, gerakan yang lebih lincah.

Aliran romantik dipelopori di Perancis oleh J.J. Rousseau dengan romannya La Nouvelle Heloise yang kemudian dicontoh di seluruh Eropa Barat. Di Inggris mula-mula tampak dalam karangan Wordsworth (“Hanya manusia yang dekat dengan alam dapat memandang apa yang indah dan murni”), kemudian kentara pula, walaupun berlainan coraknya, dalam gubahan-gubahan Walter Scott (Roman-roman bersejarah), penyair-penyair Byron, Shelley, Victor Hugo dari Perancis pada abad XIX, dan lain-lain. Di Jerman ( Sturm und Drang ) kejayaan romantik terlebih kentara (Novalis, Schiller, Goethe, dll) dan tak saja meliputi kesusasteraan tetapi pelbagai lapangan lainnya seperti filologi, gelanggang politik (liberalisme lawan reaksi) filsafat (idealisme lawan realisme), seni rupa, musik (misalnya Chopin dan R. Wagner), ilmu hukum (aliran yang berdasarkan sejarah dan sebagainya (Van Hoeve, tt:1186)

Aliran Romantis menurut Lorens Bagus memiliki beberapa pengertian:

1. Ungkapan tentang sifat Romantis, atau hasil dari sifat tersebut dalam sejarah seni dan filsafat. Kualitas
   dan ciri Romantisisme adalah: 

            >>> Penekanan terhadap pencerapan (sensasi) langsung dan perasaan-perasaan kuat yang timbul
                    karena alam atau karena peristiwa dari alam. 

            >>> Kecenderungan mempersonifikasikan alam (Ibu Pertiwi, Roh Dunia) dan kecenderungan
                    untuk secara emosional mengidentikkan diri dengan proses-proses dan kekuatan-kekuatan
                    alam.

            >>> Penekanan terhadap keunikan, kepentingan, dan kesucian tertinggi individu dan kekuatannya.

            >>> Kebencian terhadap hal yang teratur, rasional, intelektual dan moderat. Kesenangan terhadap
                   spontanitas, ketidakteraturan, variasi, yang tidak dapat diperkirakan, ketidakpastian,
                   pemberontakan, keliaran, imajinasi, hal yang luar biasa, aneh, baru, eksentrik, tidak biasa. 

Contoh aliran seni Romantisme :





Kamis, 15 Maret 2012

...CINTA...
 
Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.
Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.
Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.
Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya…
Cinta bukan “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”. Bukan “Kamu dimana sih?”, tapi “Aku disini”. Bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”. Bukan “Coba kamu gak kayak gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.
Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.
Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.
Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.
Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.
Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.
Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak “worth it” sekarang, dia tidak akan pernah “worth it” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi…